Airport Resort By AIGI

Posted on
Memadukan konsep hub bandar udara dan konsep resort
sebagai keunikan yang merepresentasikan budaya
sekaligus solusi untuk pembiayaan perawatan secara mandiri

Sayembara Desain Bandar Udara Nusantara 2016, terminal penumpang bandar udara Mali Alor NTT, buku 31 karya pilihan juri : Konsep ini di publikasikan kembali dengan tujuan edukasi kepada mahasiswa yang pertama kali berusaha untuk mempelajari perancangan yang mengambil filosofi dasar dari rumah atau bangunan adat untuk ditarik pada perwujudan bangunan yang kontemporer dan kontekstual, karena seringkali tanpa adanya penjelasan maupun contoh yang jelas, maka metode desain sejenis ini langsung begitu saja diterapkan sebagai ide yang dangkal sebatas transformasi analogi bentuk atap yang dipindahkan.

Padahal justru inspirasi yang mendalam bukan semata dari analogi atau bentuk semata melainkan dari “reason behind” atau sering disebut kearifan lokal yang melatarbelakangi terjadinya bentuk tersebut,

Silahkan click link ini untuk overview :

https://www.youtube.com/watch?v=yK3EX6FiYVE

Seperti halnya pada desain bandar udara di mali alor NTT ini, tetap terinspirasi oleh rumah adat takpala, namun filosofi yang diambil adalah bagaimana kehidupan yang menyatu dengan alam sekitarnya. Rumah adat takpala benar – benar lahir sebagai respon dari alam, mulai dari material, tingkatan atap, hingga prinsip lantai dasar terbuka masing – masing berusaha bekerjasama dengan hal – hal dari alam seperti sirkulasi angin. Dari filosofi inilah kemudian terpikir suatu konsep yang “anti-mainstream” yaitu mencoba membalik prinsip bandar udara yang sebagian besar adalah bangunan lalu sisanya pelengkap lansekap menjadi yang utama adalah lansekap dan bangunan merupakan pengembangan minor yang secukupnya,

Tetap mengikuti kaidah standar bangunan airport maka disusunlah massa – massa bangunan yang terpisah – pisah dengan penghubung ruang outdoor seperti layaknya resort, konsep ini juga dihubungkan konteksnya dengan kebutuhan adanya pemasukan mandiri untuk perawatan bangunan, penataan massa yang tersebar dan juga pengolahan lansekap yang menarik diharapkan dapat menjadi daya tarik untuk berjalannya fungsi – fungsi komersial dan hospitality yang dapat dikembangkan dalam kawasan dan berpotensi memberi pemasukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *